Detail Buku

  • Judul Buku : Betapa Dahsyatnya Energi Maaf, Tolong, dan Terimakasih
  • Penulis : Aep Syaiful Hamidin
  • Editor : -
  • Jumlah Halaman : 174 hlm
  • Bahasa : Indonesia
  • Summary :

    Dalam pergaulan, hubungan yang harmonis selalu menjadi dambaan. Tak seorang pun suka bermusuhan atau membenci orang lain. Sebaliknya, semuanya mendambakan relasi yang saling menghargai dan menghormati. Salah satu dasar utamanya adalah menjaga kesantunan dalam berbahasa, mengungkapkan pikiran ke dalam bahasa lisan. Kesantunan itu merupakan wujud dari penghormatan dan penghargaan terhadap orang lain. Terkait dengan hal ini, ada tiga kata ampuh yang digunakan dalam pergaulan tersebut, yang mengantarkan pada keharmonisan hubungan satu sama lain. Tiga kata itu adalah: maaf, tolong, dan terima kasih. Buku yang terbilang tidak terlalu tebal ini mengajak pembaca untuk memahami lebih dalam tentang ketiga kata itu melalui penjelasan yang disertai ilustrasi-ilustrasi menarik. Buku ber-cover kombinasi warna merah dan putih yang meliputi 5 Bab ini, cukup lengkap dan memadai untuk memahami betapa dahsyat sesungguhnya ketiga kata itu. Tak melulu dalam kelisanan atau dalam bahasa tulis, bahkan ketiga kata itu berguna dalam pembentukan karakter diri yang baik. Pembiasaan pengucapan kata tersebut secara tulus dapat mengantarkan orang kepada pribadi yang tak hanya menghargai orang lain, juga menjadikannya pribadi yang rendah hati dan disukai. Miliki Jiwa Pemaaf "Maaf" adalah kata yang terdiri atas empat huruf, merupakan kata yang manjur apabila seseorang sedang tersandung masalah. Kata inilah yang sebenarnya bisa menghapus semua dendam, permusuhan, kesalahpahaman, kerenggangan hubungan, rasa tidak percaya, dan segala hal yang berhubungan dengan masalah hati. Apalagi, jika kata itu diucapkan dengan perasaan tulus ikhlas, tanpa berharap apapun," tulis Hamidin, penulis buku ini (hal.30). Sayangnya, masih ada juga orang yang enggan mengungkapkan kata simpel itu, bahkan mereka cenderung mengucapkan banyak kata yang tidak perlu yang akhirnya justru memperkeruh suasana. Memang, meminta maaf adalah suatu perbuatan yang membutuhkan kemauan keras dan kesungguhan. Oleh karena itu, penulis buku ini mengajak pembaca untuk mulai belajar menyampaikan kata "maaf" ini. "Milikilah jiwa pemaaf. Sebab, kita tidak tahu, suatu saat bukan tidak mungkin kita akan berbuat kesalahan, sengaja ataupun tidak, yang membutuhkan pemaafan dari orang lain," demikian ajakan penulis buku ini. Dan, seperti dikatakan Harun Yahya sebagaimana dikutip dalam buku ini, bahwa memaafkan adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang. Lupa Minta Tolong "Tolong" merupakan gambaran dari kesadaran betapa setiap manusia memiliki berbagai keterbatasan, dan karena itu, dia membutuhkan orang lain yang bisa membantunya mengatasi masalah atau mengerjakan suatu pekerjaan. Banyak sekali orang lupa mengucapkan kata "tolong" ketika meminta orang lain mengerjakan sesuatu, baik terhadap atasannya maupun terutama terhadap bawahannya, orang tua terhadap anaknya, sesama teman sejawat, dan lainnya. Hal itu terjadi, karena mungkin mereka beranggapan apa yang mereka minta sudah menjadi kewajiban orang yang bersangkutan untuk mengerjakannya, sehingga tidak perlu diembel-embeli kata "tolong" ini. Orang pertama yang akan menolong ketika terjadi musibah adalah tetangga terdekat kita. Oleh karena itu bersikap baik terhadap para tetangga sangat dianjurkan di dalam buku ini. Demikian pula di lingkungan kerja, tentunya kita akan bersikap baik terhadap rekan kerja. "Jangan sampai karena Anda adalah seorang atasan, lantas Anda bersikap kasar terhadap bawahan ketika memerintahnya melakukan suatu pekerjaan. Hal itu akan mengakibatkan bawahan Anda tidak merasa dihargai atas pekerjaan yang dia emban," tegas penulis buku ini seakan mengingatkan kita semua (hal. 80). Pada dasarnya, perkataan ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan kita terhadap orang lain yang kita mintai tolong, baik orang tersebut kita kenal maupun belum. Banyak orang menjadi tersinggung dan akhirnya menjadi bermusuhan bahkan terjadi pertumpahan darah hanya lantaran sebuah perkataan yang dianggap menyakiti. Mengucapkan kata "tolong" ketika menyuruh atau meminta bantuan orang lain menunjukkan penghargaan kita terhadap orang lain, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, sekaligus sebagai bentuk kesadaran kita atas keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki. Kepuasan dalam Hubungan Sosial "Terima kasih" adalah kata berikutnya. Setiap kata memiliki makna, demikian juga dengan kata "terima kasih." Jika dilihat dari akar kata, terima kasih terdiri atas dua kata, yakni "terima" dan "kasih" Ini artinya, ada dua hal yang harus dilakukan setelah kita menerima (terima), kita juga harus memberi (kasih). Ada timbal-balik antara kita dengan orang yang telah memberikan bantuan/sesuatu kepada kita. Sebagai contoh, di bank, bukan hanya customer service yang wajib mengucapkan terima kasih, bahkan satpam pun wajib mengucapkan terima kasih kepada nasabah yang sudah selesai melakukan transaksi. Begitu pentingnya ucapan terima kasih yang tidak sekadar sebagai bentuk penghargaan kita terhadap orang lain bahkan ekspresi saat mengucapkan terima kasih itu dapat menghadirkan kepuasan dalam sebuah hubungan sosial serta kekuatan komunal di dalamnya. Di samping itu, ucapan terima kasih mengantarkan si pengucap untuk senantiasa berpikir positif. Penulis buku ini mengutip peribahasa Cina kuno yang berbunyi: When eating bamboo sprouts, remember the man who plan them. (Kalau Anda memakan rebung bambu, jangan lupa mengingat dan berterima kasih kepada penanamnya). "Peribahasa ini bermakna, jika Anda mencapai kesuksesan, jangan pernah lupa kepada orang-orang yang membantu Anda", tulis Hamidin (hal 111). Buku ini seakan tidak memberikan kita hal baru, karena ketiga kata itu sudah sangat kita kenal. Tetapi, buku ini menjadi begitu berharga, karena dia mengingatkan kita akan betapa dahsyatnya ketiga kata itu, kata-kata yang terkadang lupa kita ucapkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Selebihnya, buku ini ditulis dengan cara yang sederhana. Bahasanya mudah dipahami, mengalir, dan ada kandungan persuasi di dalamnya. Oleh karena itu, sebagai pembaca, kita tak perlu mengerutkan kening ketika menikmati halaman demi halamannya. Buku ini memang enak dibaca dan perlu diimplementasikan isinya dengan segera.

  • Tempat Terbit : -
  • Penerbit : Diva Press
  • Tahun Terbit : 2011
  • Tersedia : 1